Kamis, 19 September 2013
Mengapa Harus Aku?
Apakah
kamu pernah merasakan hidup selama 17 tahun tanpa pernah ingat sedikit pun
rasanya kasih sayang seorang ayah, yah itulah yang aku rasakan. Namaku Alena
Avalina, aku adalah anak tunggal dan orang tuaku berpisah ketika usiaku 1 atau
2 tahun, aku tinggal bersama ibuku dan aku tidak pernah bertemu atau pun
melihat ayahku, aku hanya mengetahui namanya bahkan aku sama sekali tidak
pernah melihat fotonya, tanggal ulang tahunnya pun aku tidak tahu.
Pernahkah
kalian merasa ketika kalian ulang tahun dan semua orang yang mengenalmu
mendoakanmu tapi tak ada seorang ayah yang ikut bahagia, ketika kamu sedih dan
mempunyai banyak masalah kamu tidak bisa bercerita ke seorang ayah, ketika kamu
bersekolah selama 12 tahun dan kamu tidak pernah percaya diri terhadap keluarga
mu karena pandangan teman-teman terhadap keluargamu, bahkan ketika mengisi
suatu data diri pun kamu tidak merasa percaya diri, yap itulah yang aku rasakan
selama ini, aku menjadi seorang anak yang sulit untuk bergaul di sekolah karena
keadaan keluargaku, kadang aku berfikir bahwa aku sangat membenci ayahku yang
membuat hidupku menjadi seperti ini, aku pun selalu bertanya-tanya selama 17
tahun ini apakah ia pernah mengingat diriku dan berusaha untuk mengenalku.
Sekarang
aku tinggal bersama ibuku yang selama ini harus menjadi oraang tua tunggal
untukku, ia amat sangat menyayangiku sehingga terkadang sifatnya over protective, sifat over protective
itu membuatku semakin sulit dalam bergaul.
“Hai
len, hari kamis nanti kita mau ngerayain ulang tahun Mayra di rumahnya, kamu
ikut ga?” tanya Nadia
“Aduh
maaf ya aku gabisa ikut, aku harus belajar untuk ulangan hari jumat, aku titip
salam aja ya” jawabku
“Yahh
sayang kamu gabisa ikut padahal pasti seru banget dan semua anak kelas pasti
ikut, yah kecuali kamu” kata Nadia
“Yaudahlah
bagus nad kalo dia ga ikut, paling dia cuma nyusahin aja kalo ikut” kata Anna
yang mendengar pembicaraan aku dan Nadia
“Paling
dia gaboleh sama ibunya nad, bukannya mau belajar, hahaha” tambah Sania yang duduk
disamping Anna
“Iya
tuh bener huu dasar anak manja, pergi sama temen aja gaboleh” kata Anna lagi
“Ssst
udah ah kalian gaboleh gitu, mungkin Alena emang mau belajar” jawab Nadia
membelaku
“Tapi
kan dia emang aneh nad, ga pernah mau ikut sama kita, emang dasar ga setia
kawan!” jawab Sania yang sangat membuat hatiku sakit.
Aku
langsung bergegas pulang karena tak kuat mendengar pendapat teman-teman sekelas ku.
Aku
menangis ketika sampai dirumah, aku benci dengan ibu dan ayah ku, mengapa
ayahku pergi meninggalkan ku dan melepas tanggung jawab sehingga aku kehilangan
kepercayaan diri, dan mengapa ibuku tidak pernah mengerti apa yang ku rasakan,
saat itu benci kepada kedua orang tuaku.
Tangisan
ku menjadi semakin keras, dan perasaanku semakin hancur ketika mendengar lagu Justin Bieber- Down to Earth
.... And mommy you were always somewhere
Daddy I live out of town
So tell me how could I ever be normal
somehow
You tell me this is for the best
So tell me why am I in tears?
So far away, and now I just need you here
....
Tak
terasa air mataku terus mengalir dan mataku terasa semakin berat, lalu aku
tertidur.
Kriiinggg!!!
Kriiinggg!!! Kriiinggg!!!
Tiba-tiba
terdengar suara telfon rumah berdering
”Halo,
benarkah ini kediaman Alena Avalina?” tanya suara di sebrang sana
“Iya
benar, dengan saya sendiri, ada apa ya?” jawabku
“Kami
dari pihak rumah sakit ingin mengabarkan bahwa ibu Anda baru saja mengalami
kecelakaan dan sekarang berada di ruang ICU”
“Apa?
Ibu saya? Mengapa bisa?” tanyaku panik
“Mobil
yang dikendarai ibu Anda tertabrak oleh sebuah truk, lebih baik Anda cepat
kesini karena kondisi ibu Anda sangat berbahaya”
“Baiklah,
saya akan segera kesana sekarang juga”
Setelah
menutup telefon itu aku langsung bersiap-siap dan pergi kerumah sakit.
“Dokter
bagaimana keadaan ibu saya?” tanya ku ketika tiba dirumah sakit, di depan ruang
ICU
“Ibu
Anda mengalami pendarahan yang hebat, tapi kami akan melakukan yang terbaik”
Tiba-tiba
keluar seorang suster dari ruang ICU itu.
“Dokter,
keadaan pasien memburuk, darahnya terus berkurang” kata suster itu panik
Aku
mulai menangis tersedu-sedu.
“Tenanglah
Dik, kami akan melakukan yang terbaik” kata dokter menenangkan, lalu segera
masuk ke ruang ICU
Setelah
menunggu lama akhirnya dokter dan suster tadi keluar dengan wajah lesu
“Dokter
bagaimana keadaan ibu saya?”
“Maaf
dik kami sudah mengusahakan yang terbaik, tetapi kami tetap tidak bisa
menolongnya, pendarahan yang dialaminya terlalu parah”
Seluruh
badanku terasa lemas, mataku berkunang-kunang, dadaku terasa sesak, aku
berusaha sebisa mungkin agar bisa tetap kuat mendengar kabar itu, tapi tangisku
tak bisa tertahan, lalu aku segera masuk ke dalam ruangan itu, dan melihat
ibuku yang terbaring lemah dengan wajah pucat, aku langsung memeluk ibuku dan
tak ingin melepaskannya, aku tak ingin kehilangan orang yang sangat ku cinta
untuk kedua kalinya dalam hidupku.
Aku sangat menyesal karena telah
berfikir aku membenci ibu, tidak aku sangat menyayanginya dan tak ingin ia
pergi.
Tiba-tiba aku merasakan cahaya ke
arah mataku, dan itu membangunkanku dari mimpi buruk tadi. Ketika bangun
wajahku basah, ternyata tadi hanya sebuah mimpi buruk.
Aku bangun dan duduk diatas kasurku,
aku kembali mengingat kejadian disekolah tadi. Aku sangat menyesal, sekarang
aku sadar ibuku adalah sosok yang paling peduli kepadaku selama ini.
Seketika fikiranku melayang, aku
mengingat semua kejadian dan semua pengorbanan ibuku untukku.
Aku terbayang betapa susahnya ibuku
mengandung dan melahirkanku, lalu merawatku seorang diri hingga aku tumbuh
dewasa nanti. Aku ingat sewaktu usiaku 3 tahun ketika ibuku memasakkan makanan
kesukaanku, aku melemparnya ke lantai. Ketika ibu membelikan sebuah mainan aku
hanya merusaknya. Ketika aku sakit ibu selalu merawatku, bahkan ia kehilangan
waktu tidurnya untuk menjagaku, tapi ketika ia sakit aku tidak peduli dan
mengacuhkannya. Ketika aku tumbuh dan mulai bersekolah ibu mengantarku ke
sekolah, tapi aku malu mengakuinya dihadapan teman-teman..
Ketika berumur 9 tahun aku bertanya
kepada ibu
“Bu,
kenapa teman-temanku punya seorang ayah? Kenapa aku tidak?” tanyaku
“Alena,
kamu juga mempunyai ayah seperti teman-temanmu yang lain, tapi kamu tidak bisa
bertemu dengannya” jawab ibuku, air matanya mulai menetes
“Kenapa
aku tidak bisa bertemu dengan ayah bu?” tanyaku mulai terisak
“Karena ibu telah berpisah dengan ayahmu, suatu
saat ketika kamu sudah dewasa kamu akan mengerti alena” jawab ibu sambil
berusaha tersenyum
“Tapi aku iri kepada teman-teman aku buu, kenapa
harus aku yang merasakan ini?” aku mulai gemetar karena tangisanku
“Maafkan ibu nak, tapi itulah yang harus kita alami”
jawab ibu sambil memelukku
‘Tapi ibu akan menyayangimu, melebihi teman-temanmu
mendapat kasih sayang dari kedua orangtua mereka” kata ibu meyakinkan-ku
“Alena sayang ibu” kataku berbisik pada ibu
“Ibu juga sayang kamu”.
Ketika
berumur 13 tahun ia membiayai sekolahku, tapi semua nilaiku mengecewakannya, ia
membiayaiku untuk mengikuti bimbingan belajar, tapi aku selalu membolos, ketika
ia pulang kerja dan ingin memelukku, aku pergi dan menghindarinya.
Aku
sadar bahwa aku sudah terlalu sering mengecewakannya, aku bertekad aku akan
merubah semua sifat burukku, dan aku berjanji aku akan selalu menyayangi dan
peduli kepada ibuku.
Aku
langsung bangun dari tempat tidur dan menuju kamar ibuku. Ternyata ibuku baru
tiba dari kantornya.
“Ibuuu” panggilku
“Iya Alena?”
“Ibu Alena sayang ibu, maafin Alena
selama ini udah ngecewain ibu, Alena janji gaakan bikin ibu sedih lagi” janjiku
pada ibu dan pada diri sendiri
“Iya ibu juga sayang kamu, ibu udah
maafin kamu dari sebelum kamu minta maaf”
“Ibu, terimakasih yaa buat semua yang
udah ibu korbanin buat aku” kataku mulai menangis
“Itu memang tugas ibu nak” jawab ibu
sambil tersenyum
Kemudian
aku memeluk ibu dengan dengan sangat erat, aku tidak akan membiarkan-nya kecewa
dan sedih lagi, aku akan berusaha sebisa mungkin untuk membanggakannya.
Sekarang
aku sadar, aku akan selalu merindukan ayahku walau aku sama sekali tak
mengetahui keberadaanya, dan aku tidak peduli bahwa dia mengingatku atau tidak,
aku akan selalu mendoakannya dan juga ibuku.
Setelah
kejadian 3tahun yang lalu itu aku selalu merasa percaya diri dan juga bangga
terhadap keluargaku, aku sadar bahwa ibuku sangat menyayangiku dan bukannya over protective.
Aku
beruntung karena jalan hidupku aku bisa tumbuh menjadi seseorang yang lebih
menghargai kehadiran orang-orang yang membutuhkanku dan aku butuhkan.
~Selesai~
Rabu, 29 Mei 2013
Sadarkah Engkau
Siang itu, ku
lihat dirimu
Tapi, hanya acuh yang ku dapatkan
Tak tau kah dirimu apa yang kurasakan
Sungguh sakit
Senyum itu,
Senyum
yang ku harapkan untukku
Ternyata
hanya sebatas khayalku
Hanya
sebatas mimpiku
Aku lelah
Lelah menunggu kesdaranmu
Tidakkah kau menganggap ada diriku
Tidakkah kau menyadari kehadiranku
Aku disini
Hanya berani mengagumi
Bersembunyi dibalik semua ini
Mungkin aku
terlalu takut
Menyapapun tak sanggup
Aku hanya ingin kau tahu
Aku disini, berharap dan terus berharap
Suatu saat kau datang menemui dan menyapaku
Dengan senyum itu
Rabu, 27 Maret 2013
Selasa, 12 Maret 2013
Dingin -,-
Entah kenapa cuaca dingin itu selalu berhasil bikin gue jadi galau, entah kenapa kalo cuaca lagi dingin itu gue bisa tiba-tiba keinget sama semua masalah, bisa tiba-tiba kepikiran sama hal-hal yang gapenting, atau bisa flashback tiba-tiba. terus nanti gue bisa mendadak galau,melloow gituu, aneh kan? belom nanti jadi badmoood sendiri, trus tiba-tiba mata berkaca-kaca. yaa gue emang aneh, oiya satu lagi kalo udah galau gitu biasanya gue jadi lola dan gangerti sama apa yang diomongin orang ._.v terus nanti jadi pendiem gitu, ma,es ngapa-ngapain, apalagi kalo udah dikamar,lagi ujan, kipas sama AC nyala, itu gue bisa tiba-tiba nangiis gatau gara-gara apa. yaudahlah udahan dulu ceritanya tentang dingiin wkwk
Sabtu, 02 Maret 2013
Kamis, 22 November 2012
True Friend? Hmm
True friend? hmm entah yaa, gue gatau apa arti teman yang sebenernya. Gue bingung. Temen gue ada yang dateng pas butuh doang, ada yang bisa buat seru-seruan, ada yang cuma sekedar temen satu kelas. Tapi gaada yang bener-bener ada pas gue butuh. rata-rata yaa cuma sekedar ngobrol bareng, ketawa-tawa bareng, seru-seruan bareng. Tapi pas gue nge-down banget gaada yang bisa bikin gue semangat, seenggaknya buat sekedar temen cerita. Bukan gaada sih, lebih kepada sibuk sama uruan masing-masing. Padahal yaa gue cuma butuh temen cerita saat gue ngedown. Saat gue selalu disalahin. HAHA menurut temen-temen gue emang gue selalu salah, gue ga pernah bener. Awalnya mungkin itu cuma becandaan tapi lama-kelamaan mereka tuh bener-bener nganggep gue selalu salah. Kadang mereka tuh gasadar kalo becandaan mereka tuh bikin gue sakit hati, bikin gue nge-down, yaa walaupun mungkin emang guenya aja yang lebay yaa haha. Aaaa gue sih cuma bisa sabar sama mereka. Makanya sampe sekarang gue gatau apa arti temen yang sebenernya. Dan temen yang bener-bener temen itu kayak gimana :). Tapi mereka tetep jadi temen gue kok, walaupun mungkin mereka gapernah nganggep gue temennya :')
Minggu, 23 September 2012
Minggu, 27 Mei 2012
SAHABAT
Yap, sekarang gue lagi butuh banget yang namanya sahabat, tapi disini mungkin gue belom bisa nemuin orang yang bener bener bisa gue repotin. kenapa repot? soalnya gue itu kalo udah cerita pasti gabisa berenti,gue eman gamau ngerepotin atau ngeganggu siapapun tapii gue butuuuuh banget. kalo temen deket sih gue banyak, mereke juga bisa diajak becand,cerita,jalan,dll tapiiiii gue gak setega itu buat ngerepotin mereka hahaha.
sedikit share aja sih dulu waktu SD gue punya sahabat tapi karena ada sesuatu jadi dia harus pindah ke Bandung, jadi sekarang gue agak susah buat nghubungin dia. Nah sekarang gue harus gimana coba, gue harus cerita ke siapa? Ini emang ga ada yang mau jadi sahabat gue atau gue aja yang ribet ya? ahh gatau lah mungkin karena baru kenal kali yaa. lagiaan gue belum nemuin orang yang bisa gue ceritain berbagai macam masalah gue. kayak sekarang gue emang bisa cerita ke temen yang laen. tapi besok-besok kan belom tentu. kayak apa yang sekarang gue rasain... huh mungkin blog ini bisa jadi SAHABAT gue haha. yaudah deh, udahan dulu yaa ceritanya.
sedikit share aja sih dulu waktu SD gue punya sahabat tapi karena ada sesuatu jadi dia harus pindah ke Bandung, jadi sekarang gue agak susah buat nghubungin dia. Nah sekarang gue harus gimana coba, gue harus cerita ke siapa? Ini emang ga ada yang mau jadi sahabat gue atau gue aja yang ribet ya? ahh gatau lah mungkin karena baru kenal kali yaa. lagiaan gue belum nemuin orang yang bisa gue ceritain berbagai macam masalah gue. kayak sekarang gue emang bisa cerita ke temen yang laen. tapi besok-besok kan belom tentu. kayak apa yang sekarang gue rasain... huh mungkin blog ini bisa jadi SAHABAT gue haha. yaudah deh, udahan dulu yaa ceritanya.
Senin, 09 April 2012
New Blog
Gue bikin blog ini cuma buat gue nulis nulis aja. seenggaknya disini gaada yang ngelarang gue buat gue ngelakuin apapun. gue cuma pengen jadi orang yang bisa nulis sesuai keadaan yang ada aja kok.
Langganan:
Postingan (Atom)















